HALAL BI HALAL DAN PEMBINAAN PIMPINAN, DOSEN & KARYAWAN UMPRI BERLANGSUNG KHIDMAT

Blog Details

HALAL BI HALAL DAN PEMBINAAN PIMPINAN, DOSEN & KARYAWAN UMPRI BERLANGSUNG KHIDMAT
Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI), melangsungkan acara Halal Bi Halal dan Pembinaan Pimpinan, Dosen dan Karyawan pada 12 Syawal 1442 H/24 Mei 2021 M bertempat di Graha Ahmad Dahlan UMPRI. Momentum ini merupakan acara rutin setiap tahunnya dalam mengisi dan memberikan makna pada Idul Fitri. Acara ini merupakan napak tilas dari nilai-nilai puasa Ramadhan. Tema acara ini adalah "Memuliakan Syawal dan Mencerahkan Kebersamaan", dengan harapan syawal tidak akan melunturkan kebiasaan yang ada di Ramdhan. Ungkap Hasbullah (ketua panitia/LPAIK).
Rektor UMPRI bapak Drs. H.Wanawir Am, M.M.,M.Pd. menyampaikan dalam sambutannya halal bi halal merupakan cara kita mensyukuri atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT dan juga cara membangun kebersaman dalam keluarga besar UMPRI. Beliau juga dalam kesempatan tersebut mengingatkan tentang keberadaan manusia sebagai khalifah yang langsung di tugaskan oleh Allah SWT. Maka sudah semestinya ucapan yang disampaikan harus dengan cara baik dan pemikiran konstruktif serta positif. Selain itu beliau menyampaikan syawal ini menjadikan kesempatan untuk terus meningkatan kualitas baik diri maupun kualitas akademik. Pungkasnya.
Selanjutnya Idul fitri merupakan hadiah bagi mereka yang menjalan ibadah puasa di bulan ramadhan satu bulan penuh dan acara halal bil halal ini merupakan selebrasi dari kemenagan itu sendiri. Sudah semestinya idul fitri bukan di artikan hanya kembali kepada kesucian melainkan jauh dari itu. Bagi kaum intelektual idul fitri menjadikan arti yang penting yaitu mensucikan keilmuan dengan trus menebar kebermanfaatan dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusia yang sejatinya di ciptakan dalam keadaan suci. Kata ketua BPH UMPRI bapak Drs. Musarwan, M.Pd.
Tausiah disampaikan oleh Prof. Dr. H. Marzuki Noor, M.Si. memaknakan halal bi halal UMPRI adalah menghidupakan nilai-nilai keIslaman dan kemuhammadiyahan. Dalam hal ini tausiah yang di memuliakan syawal adalah usaha ukuwah Islamiyah. Dijelaskam lebih lanjut beliau memuliakan syawal adalah : Pertama memuliakan syawal lebih pada perubahan prilaku baik dimensi adat, bagi rezeki dan ziara kubur. Maka dari sini kita rubah cara pandang kita terhadap prilaku yang akan menghadirkam Bidah pada merekayasa menjadi prilaku positif walaupun tidak ada kaitannya dalam ibadah. Sehingga prilaku agama menjadi lentur sehingga semua menyetuh hati. Kedua memuliakan Syawal dimensi ilmiah begitu banyak terlihat dalam hal ekonomi, terlihat pada hadirnya makanan serta baju baru. Sehingga secara ekonimi akan banyak menghitung kebutuhan disini hadir nilai-nilai ilmiah. Ketiga memuliakan Syawal dimensi Silahturahmi. Dalam Islam silahturahmi menjadi keunggulan dan pembeda dalam Islam sebabnya di dalamnya ada nilai Ibadah. Selain itu dimensi silahturahmi juga menghadirkan saling berkunjung serta juga menjelaskan trah dari keluarga. (Humas/Umpri Centre).

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar